(c)askmissa.com
Sesi perkenalan dengan calon mertua bisa berakhir dengan dua kemungkinan: sukacita atau malapetaka. Tak perlu khawatir ladies, karena semua itu ada di tangan Anda.
KapanLagi.com - Cosmopolitan
Ingin berlibur ke mana akhir tahun ini? Oh, tentu. Kepulauan Raja Ampat yang indah di Papua Barat. Coba bayangkan Anda berbaring di hamparan pasir putih, berbalut bikini lansiran Stella McCartney, sementara sang kekasih berbaring santai di sisi, tangannya memeluk tubuh Anda. Ah....surga.
Sayang, itu semua hanya lamunan. Si dia mengajak Anda bertemu keluarganya akhir bulan ini. "Mumpung sedang libur," ujarnya, "Semua pasti ada di rumah." Hah! Anda menatap kekasih tak percaya. Semua? Berarti Anda akan bertemu dengan ayahnya, ibunya, kakak perempuannya, eyangnya, om, tante, sepupu dekat, sepupu jauh.....semuanya? Nooooooo!
Hitung satu, dua, tiga dalam hati. Lalu tarik napas panjang. Mereka itu keluarga dari pria yang Anda cintai, lho, bukan kumpulan monster ganas dalam film PLANET OF THE APES. Anda mungkin sudah banyak mendengar kisah juicy para kerabat seputar pertemuan mereka dengan calon mertua. Dari yang paling mulus, hingga yang begitu entertaining, layak dimasukkan YouTube. Tapi kalau itu terjadi pada orang lain, bukan berarti Anda akan bernasib sama! Anda punya Cosmo yang telah berbaik hati menguak rahasia di balik proses pertemuan Anda dengan keluarga pasangan. Kabar baiknya, ini sama sekali tidak susah!
Like Father, Like Son
"Saya lihat wajahnya. Cantik atau tidak?" Jawab Radit, 46 tahun, saat ditanya Cosmo apa yang pertama ia perhatikan saat putranya memperkenalkan sang kekasih. Sepertinya Radit tidak sedang bercanda, karena menurut para ahli Cosmo, Psikolog Keluarga Anna Surti Ariani, Psi (Nina), para kepala keluarga memang melihat tampilan fisik saat pertama bertemu dengan calon menantu. Dimulai dari wajah, cara berpakaian, baru kemudian tingkah laku.
Hey, Anda tak boleh lupa kalau sang ayah masuk ke dalam kategori sang kekasih:They are the guys! Asalkan Anda berpakaian rapi dan tidak bertingkah aneh, merebut perhatian seorang father-in-law bukanlah masalah besar. Lagipula, si dia sudah memilih Anda dari jutaan wanita di luar sana. Kalau anaknya suka, ayahnya pasti berpendapat sama.
INGAT! Tunjukkan perhatian Anda dengan mengajukan beberapa pertanyaan seputar lini pekerjaan sang ayah. Saat pertama bertemu, cukup ucapkan salam dengan wajar. Tak usah cium pipi kanan kiri.
Mother/Monster-in-Law?
Jangan mudah terpengaruh dengan film MONSTER-IN-LAW. Tidak semua ibu mertua akan menghantamkan wajah Anda ke atas kue tar saat perkenalan Anda nanti. Seorang ibu memang sedikit lebih rumit, karena ia akan melepaskan anak laki-lakinya kepada "wanita lain". Maka wajar kalau ia mengajukan lebih banyak "tes" sebelum bisa percaya sepenuhnya dengan Anda.
Menurut Nina, sang ibu akan memperhatikan hubungan antara Anda dan kekasih. Satu, apakah Anda menunjukkan perhatian pada pasangan? Anda memang tak perlu unjuk diri dengan berlutut dan membukakan sepatu sang kekasih. Tapi pada saat makan malam, coba katakan sesuatu yang menunjukkan rasa peduli Anda. Semisal saja, sang kekasih alergi kacang. Katakan begini, "Saya suka sekali peanut butter on toast. Tapi karena Reza alergi, saya jadi lebih sering makan blueberry jam on toast." Tak hanya senang karena anaknya diperhatikan, ia akan kagum dengan pengorbanan Anda.
Yang kedua, kembali ke masalah penampilan. Simak cerita Gita, 25 tahun, yang baru-baru ini bertemu dengan calon ibu mertua: "Begini pendapat ibunya setelah kami bertemu: "Gita memang baik, sih. Cantik lagi. Tapi kenapa belahan dadanya itu kelihatan ke mana-mana, ya?""
INGAT! Jika sang ibu memang terlihat kerepotan saat menghidangkan makanan, Anda boleh menawarkan bantuan. Tapi kalau sudah ada pembantu yang melakukannya, sementara sang ibu hanya duduk diam, sebaiknya tidak usah. Apalagi menawarkan diri menemani sang ayah ke kamar mandi. Duh, jangan!
Sisterhood For Life!
Urusan penampilan, tentu saja saudara perempuan sudah terlatih untuk melihat lebih detail. Kalau misalnya warna baju dan celana Anda tidak matching, ia mungkin akan membahasnya dengan sang ibu setelah Anda pulang. Tapi menurut Nina, saudara perempuan sebenarnya mengharapkan lebih dari sekadar kecermatan dalam memadupadankan busana. Mereka ingin Anda menjadi teman ngobrol yang ideal, karena bagaimanapun, Anda akan menjadi teman bagi mereka nantinya.
INGAT! Cari topik yang seru untuk dibicarakan. Hindari dulu sesuatu yang bersifat gosip, kecuali jika ia memulai duluan. Jangan juga membicarakan diri sendiri secara terus menerus. "Saya dulu kuliah di Australia. Saya punya 200 pasang sepatu. Saya penggemar warna merah muda. Saya suka menyanyi di kamar mandi. Saya bla bla bla..."
Oh, Brother
Ia juga masuk dalam kategori the guys. Maka jangan heran kalau ia akan menatap Anda dengan saksama, dan diam-diam mengagumi kecantikan Anda. Tapi ada satu hal yang Anda harus ingat: Sesama saudara laki-laki kerap berkompetisi untuk menjadi yang terbaik (salahkan Mr.Ego), meski tidak selalu diakui secara langsung. Jadi kalau ternyata abangnya jauh lebih tampan, jangan seenaknya berkata, "Abang kamu kenapa bisa jauh lebih tampan, ya?" Sebaiknya tahan dulu komentar-komentar yang tidak perlu. Kecuali kalau kekasih Anda adalah adiknya George Clooney. Anda boleh kok, menyesali diri dan bertanya-tanya kenapa Anda bisa salah pilih. Tapi lakukan dalam hati, ya.
INGAT! Sebenarnya, saudara laki-laki hanya ingin melihat Anda "meladeni" pasangan. Saat sesi makan malam, bantu pasangan menyendok lauk, atau menuangkan air putih jika gelasnya sudah kosong. Saat melihat saudara laki-lakinya disirami dengan perhatian yang tulus, ia akan segera luluh.
The Extended Family
Karena sedang pesta akhir tahun, bisa-bisa Anda akan menghadapi keluarga besar. Dimulai dari si om dan tante, para sepupu, sampai sang eyang. Yang perlu Anda lakukan adalah tersenyum. Cosmo mengerti kalau momen ini bukan sesuatu yang bisa masuk ke dalam daftar "Fun Things To Do" di agenda Anda, tapi bukan cuma kecantikan dan job title yang bisa merebut hati keluarga pasangan. Tunjukkan keramahan Anda, sebagai bukti kalau Anda memang ingin menjadi bagian dari mereka.
INGAT! Meski orangtuanya bisa Anda nilai sebagai the cool parents, ini tidak berlaku bagi kakek, nenek atau eyang. Untuk anggota keluarga "yang dituakan". Bersalaman saja tidak cukup. Bungkukkan badan sedikit, kemudian cium tangan. Jangan karena Anda lama tinggal di Amerika, Anda kontan berkata, "What's up, Grandma?"
Apa Yang (Diam-diam) Diharapkan Sang Kekasih?
Saat pasangan mempertemukan Anda dengan keluarganya, itu berarti hubungan sudah berjalan serius. Ia ingin Anda diterima di tengah orang-orang yang ia cintai, sebagaimana ia menerima Anda. Sebenarnya mudah saja. Kalau Anda sudah pernah menonton film MONSTER-IN-LAW, Anda pasti ingat saat Kevin (Michael Vartan) mendadak terdiam dan menonton sang ibu (Jane Fonda) dan kekasihnya (Jennifer Lopez) berbincang dengan akrab. Ia tersenyum bahagia, dan beberapa menit kemudian, ia berlutut dan mengajukan lamarannya. Nah, inilah yang diinginkan oleh pasangan saat nanti Anda bertamu. A warm conversation! Lakukan riset dari jauh hari. Tanyakan pada kekasih tidbits seputar ayah, ibu dan saudaranya yang lain. Informasi nan berguna ini akan membantu Anda membuka percakapan.
Dress Code Hari H
Sehari-hari, Anda boleh jadi wanita paling fashionable di seluruh negeri. Di hadapan calon mertua? Ada aturannya, teman.
Rambut
Sebaiknya tak usah capai-capai ke salon kalau rambut Anda sudah tampak indah secara natural. Tak pantas rasanya, kalau Anda muncul dengan up do setinggi Menara Eiffel. What? Anda sudah terlanjur membuatnya? Katakan saja Anda punya undangan pernikahan setelah pertemuan ini selesai.
Makeup
Heavy makeup is a big no-no, kecuali pertemuan pertama ini terjadi di sebuah pesta pernikahan. Meski begitu, Anda tetap harus memperlihatkan wajah Anda sesungguhnya, bukan hasil rombak kuas blush on dan eyeshadow! Tak lucu kan, kalau nanti Anda mengganti makeup artist, ibu mertua tak lagi mengenali wajah Anda?
Busana
Camkan kata ini dalam pikiran: Sopan. Jangan pikirkan tren terkini yang merekomendasikan Anda untuk menggunakan fur coat dan bunny ears alaMadonna. Tinggalkan semua yang mini, pastikan semua garis g-string tertutupi, dan pastinya, no cleavage!
Sepatu
Cosmo akan tetap menyarankan Anda untuk mengenakan high heels. Pastikan kaki Anda tak mengeluarkan aroma tak sedap, karena beberapa rumah mengharuskan tamu melepas sepatu. Tundukkan kepala dan lihat kedua kaki sekarang juga. Apakah Anda butuh foot spa dan pedicure!
TIP! Jika Anda kelewat nervous dan merasa butuh sesi spa dan pijat sebelum bertemu para in-laws, lakuan saja! Perasaan relaks dan well-pampered setelahnya, akan membuat pikiran lebih tenang dan menambah rasa percaya diri Anda.
Peringatan...terakhir!
1. Matikan BlackBerry. Kecuali kalau Anda sedang menunggu telepon yang penting (Barrack Obama meminta pendapat Anda soal situasi di Irak, misalnya). Terima telepon di ruangan lain, tapi jangan lama-lama. Tak usah sibuk SMS sahabat, apalagi menyempatkan diri untuk update di Twitter, "Lagi di rumah camer nih,nervouuusssss!"
2. Memberi bingkisan bukanlah hal wajib. Bicarakan dulu dengan pasangan jika Anda berniat membawa sesuatu. Kudapan manis, seperti cupcakes, sudah cukup pantas. Jangan contoh sinema Hollywood dan membawa sebotol wine. Alkohol adalah sesuatu yang harusnya Anda bagi dengan para sahabat, bukan calon mertua.
3. Akan ada momen di mana pasangan pergi ke luar ruangan, dan meninggalkan Anda dengan keluarganya. Jika ini terjadi, tak perlu panik dan menarik tangan si dia untuk berkata, "Aduh sayang, kamu mau ke mana sih, jangan tinggalin aku dong...." Anda bukan anak kecil, manfaatkan kesempatan ini untuk membuka pembicaraan.
4. Tak usah menawarkan bantuan memasak, kalau Anda tak bisa masak. Jangan menawarkan diri menyanyi, kalau Anda tak diminta.
5. Sudah siap? Pejamkan mata dan bernafaslah. Tenangkan diri. Cosmo yakin kok, semua akan berakhir dengan sempurna, dan Anda akan diterima di tengah keluarga si dia layaknya anak sendiri. Siapa, sih, yang bisa menolak seorang fun fearless female?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar